masukkan script iklan disini
Pamekasan, ~ Lembaga Pendidikan Islam Al-Uswah di
Pamekasan, Madura, Jawa Timur, didatangi oleh anggota Kodim 0826
Pamekasan. Aparat TNI memaksa mendirikan tiang bendera di halaman
institusi itu, dengan alasan mereka selama ini disebut tidak pernah
menggelar upacara bendera. Menurut Komandan Kodim 0826 Pamekasan,
Letkol Arm Mawardi, pendirian tiang bendera dilakukan supaya sekolah itu
mengenalkan lambang negara dan bendera Indonesia kepada siswa-siswinya.
Mereka menyatakan hal itu wajib dilakukan oleh seluruh lembaga
pendidikan di Indonesia. "Semua lembaga pendidikan harus mengenalkan
bendera bangsa ini pada peserta didiknya," kata Mawardi, di Pamekasan,
Rabu (4/5). Lembaga Pendidikan Islam Al-Uswah, menurut Mawardi, selama
ini tidak pernah menggelar upacara bendera. Mereka juga tidak mempunyai
tiang bendera di halaman sekolahnya. "Padahal memperkenalkan
simbol-simbol negara, termasuk bendera negara ini, harus dilakukan
melalui lembaga pendidikan," ujar Mawardi. Selain itu, sambung Mawardi,
lembaga pendidikan harus mendidik pelajarnya cinta Indonesia. Namun,
lanjut dia, Lembaga Pendidikan Al-Uswah adalah binaan salah satu ormas
Islam, dikenal mengusung jargon 'Khilafah Islamiah'. Menurut Mawardi,
Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan bentuk negara telah
disepakati semua agama, etnis, dan golongan dengan asas Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945. Pemancangan tiang bendera oleh Kodim 0826
Pamekasan di Lembaga Pendidikan Islam Al-Uswah digelar sekitar pukul
11.30 WIB.
Selain memancangkan tiang, personel Kodim 0826 Pamekasan juga memasang bendera merah putih, dan meminta bendera itu saban hari dikibarkan. "Kami akan memantau terus, apakah permintaan kami diindahkan atau tidak," ucap Mawardi, seperti dilansir dari Antara. Saat diminta konfirmasi, pihak sekolah tidak bersedia memberikan keterangan pers terkait kebijakannya tidak pernah menggelar upacara, dan tidak memasang bendera merah putih di lingkungan sekolah itu.Muslimedianews
Selain memancangkan tiang, personel Kodim 0826 Pamekasan juga memasang bendera merah putih, dan meminta bendera itu saban hari dikibarkan. "Kami akan memantau terus, apakah permintaan kami diindahkan atau tidak," ucap Mawardi, seperti dilansir dari Antara. Saat diminta konfirmasi, pihak sekolah tidak bersedia memberikan keterangan pers terkait kebijakannya tidak pernah menggelar upacara, dan tidak memasang bendera merah putih di lingkungan sekolah itu.Muslimedianews
