masukkan script iklan disini
Pekalongan - Perhelatan Konferensi Ulama Internasional bertajuk Bela Negara: Konsep dan Urgensinya dalam Islam
resmi ditutup, Jumat (29/7) di Gedung Kanzus Shalawat majelis milik
Habib Luthfi bin Yahya. Selain tamu undangan dan peserta juga diikuti
setidaknya 5000 warga NU dari berbagai daerah.
Penutupan
Konferensi Ulama Internasional bertepatan dengan majelis dzikir dan
shalawat setiap kliwon yang sering diikuti oleh jamaah dari berbagai
penjuru daerah. Hal inilah yang menyebabkan acara penutupan terlihat
padat karena antusiasme warga yang ingin melihat 69 ulama thariqah dari
40 negara yang hadir dalam konferensi yang digelar sejak Rabu (27/7)
tersebut.
Acara penutupan diawali dengan
pembacaan dzikir dan shalawat thariqiyah. Kemudian dilanjut dengan
pembacaan hasil konferensi berupa konsensus para ulama internasional
terkait dengan konsep bela negara.
Pembacaan
konsensus yang berisi 15 poin rekomendasi itu menarik ribuan masyarakat
yang hadir di Majelis Kanzus Shalawat. Mereka yang terdiri dari berbagai
lapisan masyarakat terlihat menyimak satu per satu rekomendasi yang
dibacakan oleh ulama asal Syiria Syekh Muhammad Adnan Al-Afyuni
didampingi seorang penerjemah.
Usai pembacaan
poin-poin rekomendasi, dilanjutkan dengan sambutan dari Sekjen PBNU
Helmy Faishal Zaini. Kemudian dilanjutkan dari pihak Kementerian
Pertahanan RI Marsekal Muda Muhammad Faisal yang mewakili Menteri
Pertahanan (Menhan) Riyamizard Riyacudu sekaligus menutup acara.
Setelah
Muhammad Faisal memberikan sambutan, tibalah giliran Rais Aam Idarah
Aliyah Jami’yah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN)
Habib Luthfi bin Yahya yang dalam sambutannya itu menyampaikan ikrar
bela negara lalu secara serempak diikuti oleh ribuan masyarakat yang
hadir.
Sambutan terakhir disampaikan juga oleh
ulama Syiria yakni Syekh Umar Muhammad Rajab Deeb yang menyampaikan
bahwa Indonesia merupakan negara terdepan dalam hal peneguhan cinta
tanah dan pembelaan terhadap negara. (Fathoni) NU
